MATA
KULIAH PANCASILA
HUBUNGAN
PANCASILA DENGAN UGM

DISUSUN OLEH :
NAMA : KEN AYIK KUSUMAASTUTI
NIM : 16/393884/KH/08877
FAKULTAS
KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS
GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016
PANCASILA DAN UGM
Dasar negara merupakan alas atau
fundamen yang menjadi pijakan dan mampu memberikan kekuatan kepada berdirinya
sebuah negara. Negara Indonesia dibangun juga berdasarkan pada suatu landasan
atau pijakan yaitu Pancasila. Pancasila, dalam fungsinya sebagai dasar negara,
merupakan sumber kaidah hukum yang mengatur negara Republik Indonesia, termasuk
di dalamnya seluruh unsur-unsurnya yakni pemerintah, wilayah dan rakyat.
Pancasila dalam kedudukannya seperti inilah yang merupakan dasar pijakan
penyelenggaraan negara dan seluruh kehidupan negara Republik Indonesia.
Universitas berasal dari kata union yang berarti kesatuan
, versity berati keanekaragaman. Universiatas adalah suatu keanekaragama ilmu
yang menyatu dalam satu tujan dan wadah.
Universitas Gadjah Mada ( UGM ) adalah universitas nasional, kerakyatan, dan penelitian yang bertugas mengembangkan Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia dan menjadi mitra terhormat masyarakat universitas dunia. Menggunakan wibawa akademik dan jatidirinya UGM menjamin terselenggaranya kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan dengan memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan etika keilmuan dengan menghindari terjadinya tindakan tercela.
Universitas Gadjah Mada ( UGM ) adalah universitas nasional, kerakyatan, dan penelitian yang bertugas mengembangkan Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia dan menjadi mitra terhormat masyarakat universitas dunia. Menggunakan wibawa akademik dan jatidirinya UGM menjamin terselenggaranya kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan dengan memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan etika keilmuan dengan menghindari terjadinya tindakan tercela.
UGM sebagai salah satu universitas
sebagai perguruan tinggi yang berperan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai
pancasila. Nilai-nilai Pancasila tidak diawang-awang dan nilai Pancasila harus
di hidupkan dan di aktualisasikan dan peran Perguruan tinggi sebagai lembaga
ilmu pengetahuan, lembaga kebudayaan, pendidikan dan pengajaran harus dapat
mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
Pancasila baik sebagai ideologi
negara, filasafat ilmu pengetahuan, maupun sebagai pandangan hidup bangsa perlu
adanya revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam pelaksanaanya diperguruan
tinggi melali Tridharma. Peran perguruan tinggi dalam merevitalisasi Pancasila
harus didampingi kegiatan kesehatan fisik, dan kegiatan budaya, baik budaya
lokal, regional, dan internasional.
Jati diri Universitas Gadjah Mada(UGM) adalah sebagai
Universitas Nasional,Universitas Perjuangan,Universitas Pancasila,Universitas
Kerakyatan dan Universitas Kebudayaan. Salah satu jati diri UGM sebagai
Universitas Pancasila, yaitu:“Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan
hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu,dalam kiprah penelitian
(mengungkapkan kenyataan dan kebenaran,objektivitas dan Universitas Ilmu
Pengetahuan).
Secara fisik UGM juga menggunakan nama Pancasila untuk
salah satu jalan di lingkungan kampus.Pada saat kita memasuki kampus UGM
melewati pintu pintu gerbang utama tentu kita akan melewati jalan
Pancasila.Bisa jadi itu merupakan cara UGM untuk menunjukkan bahwa UGM
merupakan ‘Universitas Pancasila’.
Pada awal pendiriannya, UGM sudah menekankan Pancasila
sebagai pedoman dalam penyelenggaraan proses pembelajaran di lingkungan kampus. Hal ini
tercantum dalam statuta UGM yang pertama, yaitu di Peraturan Pemerintah No. 37
Tahun 1950 tentang Peraturan Sementara tentang Universitit Negeri Gadjah Mada.
Pada pasal 3 disebutkan bahwa Universitas Negeri Gadjah Madabertugas atas dasar
cita-cita bangsa Indonesia yang termaktub dalam Pancasila, kebudayaan
kebangsaan Indonesia seluruhnya.
Kegiatan monumental pertama di UGM yang mengangkat tema
Pancasila diawali oleh Prof.Mr.Drs.Notonagoro selaku sekretaris Senat
Universitas dan Guru Besar Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum,menyampaikan pidato
pada Promosi honoris Causa (HC) P.J.M. I.r. Soekarno,Presiden RI dalam Ilmu
Hukum.Pidato ini kemudian diterbitkan dengan judul penerbitan mengenai
Pantjasila Nomer Pertama,Pantjasila Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia, dimana ia menyampaikan :
1. Pancasila
dalam asas dan pengertiannya yang tetap sebagai dasar filsafat negara dari
Republik Indonesia, terlepas dari susunan kata-kata tertentu dalam sebuah
Undang-Undang Dasar.
2. Salah satu
perwujudan Pancasila ialah mencerdaskan kehidupan bangsa yang berarti bahwa
Pancasila merupakan dasar dari pada pendidikan dan Pengajaran serta usaha
pengetahuan, yang kemudian ditegaskan dalam Undang- Undang No. 4 Tahun 1950,
yang dalam pasal 4 menentukan bahwa pendidikan dan pengajaran di sekolah
berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam Pancasila, sedangkan untuk
Universitit Negeri Gadjah Mada dicantumkan dalam Peraturan Pemerintah No. 37
tahun 1950.
3. Khusus bagi
Universitit Negeri Gadjah Mada , Pancasila mempunyai kedudukan yang istimewa.
Asas kebangsaan menjelmakan tiga jenis pengaruh dalam susunan Universitit
Negeri Gadjah Mada, yaitu persesuaian susunan pelajaran dengan kebutuhan
masjarakat dan negara, pada prinsipnya seorang dosen harus warga negara, hanya
jika perlu seorang dosen bukan warga negara, dan pemakaian bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar dalam pengajaran.
4. Bagi
Universitit Negeri Gadjah Mada Pancasila sebagai asas filsafat daripada hidup,
sebagai asas dan pendirian hidup yang memungkinkan atau menguatkan penentuan
sikap dalam penyelidikan dan pendapat dalam ilmu pengetahuan pada umumnya.
UGM turut
mengenalkan Pancasila di dunia internasional, dimana bahwa universitas tidak
saja harus memberi kepintaran khusus (jurusan spesialis) tetapi juga budaya
yang termasuk juga didalamnya kesusilaan, yang sesuai dengan Pancasila sebagai
falsafah Negara Republik Indonesia. Tahun 1961, untuk kesekian kalinya Rektor
UGM menegaskan kembali tentang Pancasila. Dalam Laporan Tahunan UGM 1960/1961,
Prof. Dr. M. Sardjito menegaskan bahwa corak nasional Indonesia yang khas
adalah Pancasila. Oleh karena itu, dari dulu kita kita senantiasa mengusahakan
mengisi Pancasila dalam pengertian ilmiahnya dan dalam pengertiannya untuk
dipraktikkan, Statuta UGM tahun 1992 kembali menegaskan Pancasila sebagai
pedoman untuk melaksanakan kegiatan akademik. Tahun 1998, pada saat rakyat
Indonesia menuntut reformasi birokrasi, UGM tidak tinggal diam. UGM turut
mengawal proses reformasi agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila,
salah satunya adalah UGM menyelenggarakan diskusi panel dengan tema “Pancasila
dalam Perspektif Gerakan Reformasi ” yang dilaksanakan pada tanggal
15 Juni 1998. Sejak berdirinya tahun 1949, UGM bertekad menjadi simbol
perjuangan bangsa yang baru merdeka dan berusaha menanamkan jiwa Pancasila
kepada semua
mahasiswanya melalui kuliah-kuliah stadium generale. Dari uraian diatas dapat diketahui
bahwa penyebutan Pancasila dalam Statuta UGM merupakan salah satu wujud
penekanan pentingnya ideologi Pancasila sebagai asas UGM. Selain itu, dari
berbagai kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh UGM menunjukkan bahwa UGM
turut berperan serta dalam mempertahankan dan mengaktualisasikan Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, wajar apabila UGM disebut sebagai
“Universitas Pancasila”. Selain
itu, bukti Universitas Gadjah Mada adalah universitas pancasila adalah
memberikan materi kepancasilaan pada Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa
Baru (PPSMB) dan membentuk beberapa formasi, antara lain tahun 2014, membentuk
formasi pancasila. Makna dari formasi tersebut adalah setelah memahami
keberagaman dan satu bangsa, maka muncullah jiwa nasionalisme dan patriotism.
Selain itu semua masyarakat Indonesia harus memiliki jiwa korsa yang
berdasarkan pancasila. Kemudian, ada beberapa implementasi pancasila pada
Universitas Gadjah Mada, diantaranya:
1. Ketuhanan yang maha esa
Sila pertama memiliki pengertian bahwa warga negara harus mengakui Tuhan
yang Maha Esa sebagai zat yang Utama di atas kehidupan yang ada. Bentuk
pengakuan dapat berupa meyakini dalam hati, perkataan, dan perilaku. Oleh
karena itu, Pancasila menuntut warga negara Indonesia untuk taat dalam
beragama. Terlebih lagi kehidupan beragama di Indonesia sangatlah kompleks
terdapat beberapa keyakinan yang dianut oleh warga negara Indonesia dari mulai
Islam, Budha, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, dan lain sebagainya. Kehidupan
yang seperti ini tercermin dalam kehidupan kampus di UGM. Mahasiswa-mahasiswa
yang ada di Kampus UGM terdiri dari berbagai jenis keyakinan yang dianut dan
diyakini oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, jika sebagai mahasiswa
tidak dapat merefleksikan sila pertama ini bias jadi kehidupan kampus akan
sangat kacau dan nilai toleransi antar umat beragama akan rusak dan dapat
menyebabkan kekacauan dalam proses pembangunan.
2. Kemanusiaan
yang adil dan beradab
Sila kedua memiliki pengertian bahwasannya setiap warga negara Indonesia
harus menjunjung tinggi dan memberlakukan setiap manusia atau orang lain dengan
derajat yang sama tidak adanya kasta atau kelas social, memiliki hak-hak yang
sama sebagai manusia, dan martabat yang mulia. Kehidupan bernegara di Indonesia
sangat penuh dengan kemajemukan atau keberagaman baik itu suku, ras, budaya,
dan tentunya agama. Hal tersebut menjadikan sila ini menjadi penting adanya
dalam kehidupan bernegara. Sila ini harus kita implementasikan dalam kehidupan
kampus terutama kampus UGM dimana kampus ini memiliki mahasiswa yang terdiri
dari berbagai suku, ras, budaya, dan agama dari seluruh penjuru Indonesia.
Kehidupan kampus yang beragam membutuhkan nilai toleransi antar mahasiswa yang
cukup tinggi. Kita sebagai mahasiswa harus bias menghormati perbedaan-perbedaan
yang ada di antara mahasiswa-mahasiswa yang lain. Rasa menghormati antar
mahasiswa dapat menimbulkan keharmonisan dalam kehidupan kampus dan menjaga
keberlangsungan pembangunan dalam kehidupan kampus
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga yang memiliki pengertia yaitu satu, bulat tidak terpecah-pecah.
Sila ini ditujukan untuk menciptakan rasa mencintai tanah air, bangsa, dan
negara. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang
ini, maka disebut juga dengan nasionalisme. Nasionalisme merupakan perasaan
mencintai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat.
Dengan begitu diharapkan warga negara juga turut memperjuangkan kepentingan
negara dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama warga negara
Indonesia. Bila dikaitkan dalam kehidupan kempus adalah sebagai contoh
organisasi kemahasiswaan, mereka membentuk suatu organisasi atau perkumpulan
mahasiswa dari berbagai macam latar belakang disiplin ilmu. Hal tersebut
merupakan salah satu bukti bahwa adanya sikap dan upaya untuk menjalin rasa
kebersamaan diantara para mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan dan pemuda
Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan
Sila ini memiliki pengertian yaitu musyawarah dan kehidupan berpolitik.
Musyawarah merupakan upaya dalam menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil
secara bulat dan dapat diterima semua kelangan sehingga keputusan dapat
bermanfaat bagi kepentingan orang banyak. Kehidupan politik di lingkungan
kampus sangat penting adanya terkait keputusan-keputusan yang akan diambil
sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pembangunan dalam kehidupan kampus
terlebih kita sebagai mahasiswa merupakan bagian dari pembangungan itu sendiri.
Sebagai contoh kehidupan politik di kampus adalah adanya kebiasaan untuk
melakukan musyawarah dan diskusi atau biasa disebut hearing terkait tentang isu-isu yang ada.
Kebiasaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyatukan pendapat ataupun suara
dan masukan dari berbagai sumber supaya nantinya keputusan yang akan diambil
dapat memperlancar proses pembangunan kampus terlebih pembangunan nasional.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
mengandung makna yaitu adil atau dapat saya katakan sesuai porsi
masing-masing. Sebagai warga negara kita harus menjunjung tinggi nilai
keadilan. Karena demi kepentingan bersama dan banyak orang rasa keadilan perlu
kita hadirkan dalam proses pembangunan supaya nantinya tidak ada ketimpangan
social yang terjadi dalam pembangunan. Dalam kehidupan kampus nilai ini sangat
kita perlukan supaya proses pembelajaran dan pengembangan ilmu tidak terjadi
ketimpangan antara disiplin ilmu satu dengan yang lain. Dengan begitu akan
tercipta keharmonisan dalam proses pengembangan ilmu.
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa penyebutan
Pancasila dalam Statuta UGM merupakan salah satu wujud penekanan pentingnya
ideologi pancasila sebagai asas UGM.Selain itu,dari berbagai kegiatan akademik
yang telah dilakukan oleh UGM menunjukkan bahwa UGM turut berperan serta dalam
mempertahankan dan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari
hari.Oleh karena itu,wajar apabial UGM disebut sebagai ‘Universitas Pancasila’